Ibu adalah malaikat yang Tuhan utus turun kedunia untukku.
Aku memiliki seorang ibu. Ibu ku ini.. yah bagaimana ya? ia tidak seperti ibu pada umumnya.
Ia tidak ada di rumah 24 jam membereskan rumah, memasak, dan menunggu ku untuk pulang sekolah. ia juga tidak pernah bertanya bagaimana kabar ku disekolah, ada tugas apa, atau apakah ada hal yang menarik disana atau tidak. Ia tidak pernah datang untuk mengikuti acara sekolah, untuk ambil rapot saja sangat sulit seakan-akan ia tidak ingin meluangkan waktunya untukku. ia tidak terlalu peduli ketika aku diam atau ketika aku terlihat seperti saat aku ada masalah. Menurutku, ia juga tidak terlalu mengekspresikan rasa sayangnya, ntah karena malu? atau mungkin memang sifatnya yang sudah seperti itu. Sangat jarang atau bahkan tak pernah terlintas dari mulutnya terucap kata "aku sayang kamu" kepadaku, atau hangatnya peluk dan cium tak pernah kurasakan darinya. Aku bahkan lebih sering mendengar kata - kata yang membuatku patah semangat darinya. Bagaimana tidak? Semua hobi, apapun yang ku lakukan, bukan hanya itu tapi fisik juga penampilanku semuanya di bilang tidak pantas. Saat aku menyanyi, tidak seperti ibu yang lain yang mendukung dan menyemangati anaknya. Well.. My mom isn't like that. Dia malah berkata :"Ah, apaan itu? suara atau bukan. Siapa yang mau mendengar kalo kamu nyanyi begitu? jelek banget deh." Setidaknya dengan begitu, aku mencoba berfikir bahwa ia menyemangatiku, dengan cara yang salah.. Tapi tidak apa, karena aku yakin ini adalah salah satu triknya untuk membuatku semangat.
Saat melakukan sesuatu yang baru. Tentu wajarkan jika kita melakukan 1 2 hal kesalahan kan? dan tidak ada salahnya toh diberi pujian kecil saat kita melakukannya dengan sangat baik. Tapi tidak dengan mamaku. Ketika aku mencoba melakukan hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya dan melakukan sebuah kesalahan kecil ia lansung mengomeli ku, mengatai kata yang aku tidak terlalu suka "gabecus kamu" walaupun begitu, aku tidak terlalu memikirkannya, aku fokus kepada kesalahanku dan tidak mengulanginya kembali. Saat aku melakukan suatu hal dengan sangat baik, tidak pernah ada kata pujian yang keluar dari mulutnya. Sebenarnya aku pun bukan tipe orang yang melakukan sesuatu untuk dipuji, but how hard can it be just to say :"you are doing fine"? Tapi aku tidak menyalahkannya sih. Dari kecil ia di didik keras oleh keluarganya, jarang dirayakan keberhasilannya jadi mungkin ia berfikir cara mendidik yang baik dan sudah mutlak.
Walaupun begitu, walaupun aku melihat ia tidak pernah ada waktu buatku, ia juga tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Ia tidak pernah ke salon untuk merawat rambut atau tubuhnya, sebaliknya kamu akan melihat dia di toko dengan rambut diikat satu yang belum dilepas setelah mandi atau bahkan belum kering jika ia keramas. Walaupun dia tidak pernah memujiku, tetapi ketika ia bertemu temannya ia 'terkadang' berkata hal yang baik tentangku, which is nice. Lalu walaupun ia tidak pernah berkata "Aku Sayang Kamu" atau setiap mau bobo datang ke kamarku untuk peluk dan cium ku, tapi dia selalu masuk ke kamarku setiap malam untuk mengecheck apakah aku sudah bobo atau belum dan akan mengoceh jika aku belum. Mungkin itu karena ia sudah lelah bekerja dan ingin beristirahat. Ia tidak pelit when it comes to food. Semua yang aku ingin makan, jika ia bisa mendapatkannya atau memasaknya, ia akan memasaknya untukku and that's why i say that my mom is the greatest chef. Ia tidak makan banyak, oleh karena itu saat mau makan ia selalu menyisakan untuk ku dan kokoku. Ya walaupun kita jarang makan bersama. Ia jarang keluar ke mall untuk shopping atau kegiatan yang menghabiskan uang pada umumnya. Biasanya ia hanya akan ke mall jika ingin belanja bulanan, sekalipun ingin membeli makeup, ia akan menunggu sampai benar - benar habis. Karena ia selalu berkata "kalau belum butuh kenapa udah harus beli?" Ia seperti robot, di pagi hari ia harus membereskan rumah, lalu siangnya ia pergi ke toko untuk membantu papa dan sampai malam pulang ia harus memasak. Siapapun pasti akan lelah, oleh karena itu aku mewajarinya. Mungkin ia berfikir membuatku senang adalah ketika semua kebutuhanku tercapai, mendapatkan barang yang aku inginkan, makan minum yang aku suka, bukan dengan kasih sayang dan waktu yang ia luangkan waktu untukku. Jika memang ia berfikir seperti itu, ya sudah aku juga tidak merasa kesepian kok. hehe..
Aku yakin dan percaya apa yang ia lakukan sekarang kepadaku, itu semata-mata karena ia sayang padaku. I Love You, Mom. Maaf jika aku bukan anak kebanggaanmu, maaf jika aku masih belum sesuai ekspetasi mu, maaf jika aku masih belum membahagiakanmu. Terima kasih atas waktu yang kau berikan untukku selama 16 tahun ini, Ma. Jadi jangan bilang lagi kalau mama lebih baik meninggal karena gamau nyusahin aku pas gede, mama ganyusahin kok. aku sayang mama aku mau rasain aku besar sama mama. ❤️