Kamis, 14 September 2017

Dampak Kesterilan Terhadap Luka Luar


BAB 1
PENDAHULUAN 

1.1 Latar Belakang
      Luka banyak terjadi dengan berbagai cara, dimanapun dan kapanpun. Bisa jadi terjadi karena kita kurang hati - hati dalam melakukan sesuatu yang membuat kita salah dalam hal itu dan membuat cedera. Luka ini biasa dibagi menjadi dua hal yaitu luka dalam dan luka luar. Karena saya lebih terfokus kepada luka luar, maka saya akan menjelaskan apa itu luka dalam secara singkat. Luka dalam adalah cedera atau rusaknya suatu jaringan tubuh yang terjadi dalam tubuh. Saat kita kurang berhati - hati dalam melompat dan kita bertumpu dengan cara yang salah, hal itu dapat melukai otot atau saraf tumpuan kita yaitu kaki. Itu dapat menyebabkan luka dalam seperti sobeknya otot atau terputusnya saraf tersebut. Begitu juga dengan tangan, saat kita mengangkat atau memegang barang yang beratnya diluar kemampuan kita, kita akan mengalami cedera atau luka dalam tangan tersebut. Walaupun tidak menutup kemungkinan luka dalam juga dapat terjadi dalam jantung, hati, usus, dan organ dalam lainnya.
    Berbeda dengan luka dalam, luka luar adalah luka yang terjadi diatas lapisan epidermis (kulit) terluar tergantung seberapa dalam luka tersebut. Luka luar biasanya terjadi karena kerusakan atau terputusnya suatu jaringan tubuh yang membuat saluran darah tidak mengalir dengan seharusnya dan menyebabkan darah yang mengalir tidak pada tempatnya dan terjadilah pendarahan. Luka luar biasanya tidak terlalu berbahaya karena luka ini terdapat di luar yang menjadikannya lebih mudah untuk diobati. Meskipun begitu, ini tidak membuatnya lebih tidak sakit dibandingkan dengan luka dalam. 
    Kelemahan luka luar adalah ia rentan terkena infeksi atau yang lebih kita ketahui saat bakteri atau virus masuk kedalam luka yang menyebabkan nanah sebagai reaksi dari pertemuan virus atau bakteri asing itu dengan jaringan sel dalam tubuh kita. Oleh karena itu, luka luar sangat penting untuk dikaitkan dengan kesterilannya. Ketika suatu zat atau benda tersebut steril, tentu saja hal ini membuatnya terbebas dari virus dan bakteri. Sama seperti luka luar, jika luka tersebut steril tentu akan membuat luka tersebut sembuh dengan lebih cepat dan baik. Berbalik saat luka tersebut tidak steril, hal ini akan membahayakan penderitanya karena bukan hanya luka itu akan melebar, ia dapat menyebabkan perubahan suhu tubuh secara mendadak seperti meriang atau demam dikarenakan bakteri tersebut masuk kedalam jaringan tubuh dan membuat jaringan tubuh tersebut melawan mereka dan jika sampai bakteri itu berhasil masuk dan melewati aliran darah dan mengalir sampai ke organ penting seperti jantung atau otak, hal itu dapat menyebabkan kerusakan ringan sampai serius pada jantung atau otak.

1.2 Rumusan Masalah
  1. Mengapa luka bisa terjadi?
  2. Mengapa infeksi pada luka bisa terjadi?
  3. Pencegahan apa yang harus dilakukan agar infeksi tidak terjadi?

1.3 Tujuan Penelitian
  1. Untuk dapat mengetahui cara terjadinya luka
  2. Untuk dapat mengetahui penyebab infeksi pada luka
  3. Untuk dapat mengerti dan  melakukan pencegahan terhadap luka

1.4 Manfaat Penelitian
  1. Agar dapat mengerti cara terjadinya luka
  2. Agar dapat mengetahui penyebab infeksi pada luka
  3. Agar dapat mengerti dan melakukan pencegahan terhadap luka.

BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1. Steril
  1. Menurut FI.e.IV adalah suatu keadaan dimana suatu zat bebas dari mikroba hidup, baik yang patogen (menimbulkan penyakit), maupun apatogen (tidak menimbulkan penyakit), baik dalam bentuk vegetatif (siap untuk berkembang biak) maupun dalam bentuk spora (tidak dapat berkembang biak dan bersifat statis). 
  2. Menurut RPS 18th hal : 1470, steril adalah tidak adanya mikroorganisme yang aktif.
  3. Menurut Sterile Dosage Form, sterile adalah suatu kondisi absolute dan harus tidak pernah digunakan atau dianggap secara relatif sebagai bahan atau hampir steril.
  4. Menurut  Lahman hal : 619,steril adalah kondisi yang memungkinkan terciptanya kebebasan penuh dari mikroorganisme dengan keterbatasan.                      (http://anggier92chaerunnisa.blogspot.co.id/2011/10/sterilisasi-menurut-fiediv.html)  
  • Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kesterilan adalah saat dimana suatu zat bebas dari mikroorganisme aktif seperti virus, bakteri, parasit, atau jamur dan juga belum pernah digunakan untuk hal tertentu sebelumnya.
    2.2. Luka
  1. Menurut Taylor (1997), luka adalah suatu gangguan dari kondisi normal pada kulit.
  2. Menurut Kozier (1995), luka adalah kerusakan yang berkelanjutan kulit, Mukosa membran, dan tulang atau organ tubuh lain. 
  3. Menurut Mansjoer (2000:396), luka adalah keadaan hilangnya/terputusnya kontinuitas jaringan.
  4. Menurut InETNA, luka adalah sebuah injuri pada jaringan yang mengganggu proses selular normal.                                                                                    (http://stikesmbbaksos.blogspot.co.id/2010/04/definisi-dan-jenis-jenis-luka.html)(https://www.scribd.com/doc/220383470/Konsep-Luka-Dan-Perawatan-Luka)
  • Dari empat pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa luka adalah suatu gangguan atau kerusakan yang terjadi pada suatu jaringan sel baik di dalam maupun di luar tubuh yang menyebabkan nyeri.


BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian
      
Jenis penelitian yang saya gunakan adalah metode kualitatif dan tekhnik yang saya gunakan adalah tekhnik observasi. Alasan saya memilih tekhnik observasi adalah karena berhubungan dengan judul yang saya buat yaitu "Dampak Kesterilan Terhadap Luka Luar" tekhnik yang bisa digunakan untuk membuktikan hipotesa sementara itu adalah dengan tekhnik observasi karena dengan meneliti kesterilan pada luka luar, hasil yang didapat akan lebih valid dan concrete dibandingkan jika saya menggunakan metode angket/wawancara.

3.2 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian yang saya gunakan untuk memenuhi dan membuktikan data saya ada di 2 tempat. Di sekolah dan di Lingkungan rumah. 
Di sekolah, lebih tepatnya berada di Jl. Kran Raya 7 dan bernama lengkap Sekolah Kristen Kanaan. Alasan saya memilih tempat disini adalah karena disini lah saya bersekolah membuat ini lebih memudahkan saya untuk mengerjakan proposal saya. Tempat specific na adalah saya menggunakan UKS Sekolah yang berada di Lantai 1, sebelah kantor SD. Penderita nanah atau infeksi pada luka luar banyak yang datang ke UKS, membuat saya lebih mudah untuk mengobservasi mereka.

Di rumah, atau lebih tepatnya di lingkungan rumah saya yang berada di Jl. Kemayoran Barat 8 no. 60B.
Saya memilih lingkungan rumah saya dikarenakan dengan hubungan tetangga yang cukup baik dan kebetulan salah satu dari tetangga saya sedang  mengalami infeksi pada luka di tulang keringnya. Di rumah pun ada kakak yang sedang mengalami infeksi dan bernanah di bagian tangannya dan kebetulan saya yang merawatnya. 

3.3 Populasi dan Sampel

Dalam penelitian kali ini saya mengobservasi 3 sampel:
1. Robby William (XI.MIA)
2. Rich Randy (Saudara)
3. Chris (Tetangga)

3.4 Desain Penelitian
Desain penelitian saya bersifat tabel


Nama
Luka
Hari 1
Hari 3
Hari 7
Hari 10
Hari 14
Robby. W
Mata kaki
bernanah
dibiarkan
Nanah dibersihkan, tidak terkena air
Sudah mulai tidak basah, mengering
Kering di bagian luar, rentan terbuka bila terkena
Rich Randy
Tangan
Bernanah
Dibersihkan,
Tidak terkena air
Sudah mulai kering
Pinggir kulitnya gatal
Sudah terkelupas sendiri
Chris
Tulang kering
bernanah
Dibersihkan, masih terkena air
Basah dan belum kering
Dicuci, dibalut ulang, diobati rutin
Kering bagian atas, rentan terbuka jika terkena


  

1 komentar: