Rabu, 21 Maret 2018

resensi buku nonfiksi

Identitas Buku
Judul : Chicken Soup for the Soul: Mengatasi Masa Duka dan Kehilangan.
Pengarang : Jack Canfield, Victor Hansen, Amy Newmark.
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2011
Jumlah Halaman : 456






















Buku ini adalah buku yang cocok untuk para pembaca yang sedang tertoreh dalam duka dan lara setelah kehilangan apa yang mereka punya.
Setiap orang memiliki beragam hal yang membuat sesuatu hal menyangkut dalam hatinya dan membuat melabeli mereka sebagai hal yang berharga untuknya. Hanya karena hal itu berharga, bukan berarti hal tersebut bisa terus bersama selamanya menemani kita dalam suka maupun duka di keseharian hidup kita. Terkadang sesuatu hal terjadi diluar kehendak kita dan membuat kita kehilangan apa yang sudah menjadi bagian dari hidup kita.
Buku ini dibuat sebagai penawar, sebagai obat para pembaca yang mengalami hal yang sama dengan orang yang membagi pengalaman mereka dalam kehilangan. Tidak ada yang lebih hebat, tidak ada yang lebih benar. Hanya ada orang yang bisa menerima dengan baik lalu melanjutkan hidupnya dan orang yang masih cukup nyaman dalam zona dimana masih ada hal tersebut memenuhi hati mereka.
Seri buku ini memiliki 101 bab atau 101 cerita nyata dari beragam orang kuat yang sudah mengalami pahitnya kehilangan.
dan karena buku ini memiliki 101 bab, saya hanya akan mengambil 3 bab yang akan saya tulis pokok dari 3 cerita yang menurut saya berkesan untuk saya.

Bab 1 Sup Kacang - Jacqueline Rivkin
Nikmatilah hal-hal kecil. Suatu hari, kita mungkin akan mengingat dan menyadari bahwa hal-hal kecil itu adalah hal-hal besar. -Robert Brault.
Seorang istri yang menyesal karena tidak mengatakan "aku sayang kamu" dengan sering dan semuanya sudah terlambat karena sang suami mengalami koma dan meninggal. Pertama kali saat ia berharap sang suami bangun dan sembuh, ia menjanjikan segala sesuatu yang membuat suaminya bahagia. Bahwa ia tidak akan marah dan membiarkan suami nya menaruh kaus kaki kotor sembarangan, pergi keluar kencan lebih sering, mengobrol tentang politik. Tapi yang kedua, alih-alih ia menjanjikan hal itu, ia menjanjikan suaminya dirinya. Walaupun banyak hal menentang, terkadang terjadi pertengkaran ia menjanjikan dirinya akan selalu berada di sisinya melewati masa suka maupun duka bersama.

Bab 28 Selimut Kenangan - Meaghan Elizabeth Ward, umur 17 tahun.
Cara terbaik menghibur diri sendiri adalah dengan mencoba menghibur orang lain. -Mark Twain
Kisah ini bercerita tentang seorang cucu yang sangat menyayangi "Mom Mom"nya atau neneknya. Neneknya ini disayang bukan karena alasan sembarangan tapi karena MomMom adalah perekat yang menyatukan keluarganya. MomMom di diagnosa kanker pada saat ia berusia 5 tahun. Dimana umur yang masih belum mengerti apa itu penyakit dan mengapa bisa merenggut hal yang berharga untuknya. Hari itu, beberapa minggu sebelum ulang tahunnya MomMom akhirnya meninggal meninggalkan dia dengan rasa bersalah yang sangat besar yang berfikir bahwa kematiannya adalah kesalahannya. Caleb, salah satu cucu yang MomMom tinggalkan mengalami mimpi buruk. Beberapa tahun berlalu, ibunya membuat 5 buah selimut dari baju bekas MomMom yang berada usang di lemarinya. Saat hendak membuat selimut terakhir untuknya, ia mendapat kabar bahwa Caleb masih mengalami mimpi buruk. Ia pun tergerak hatinya dan dengan berat hati membagi bahan selimutnya menjadi 2 buah selimut kecil yang penuh kenangan dan dapat memberhentikan mimpi buruk Caleb.

Bab 95 Malaikatku Si Moncong Basah - Kelly Van Etten 
Ada yang mengejar kebahagiaan, ada pula yang menciptakannya. -Unknown
Janda yang menjadi istri sahabatnya sendiri, Mart selama 20 tahun sudah berusia 43 tahun hidup dengan sedih dan tersesat tanpa tujuan hidup. Suatu kali, saat ia memutuskan untuk memakan burger sambil membaca bagian belakang iklan koran yang biasanya Mart yang membaca, ia menemukan iklan yang menjual seekor Clumber Spaniel. Anjing yang Mart dan ia cari sudah sangat lama tapi tidak ada. Tanpa pikir panjang, ia pun lansung menelfon dan bertemu dengan sang majikan keesokan harinya membayar dan mengambil 'Sully'. Di perjalanan pulang, malaikat nya tidak seperti malaikat pada umumnya yang indah dan baik. Sully menyusahkan dan tidak bisa ditinggal sendiri, ia selalu merusak barang dan banyak hal yang penuh akan air liurnya. Meskipun begitu, ia selalu bertingkah lucu tanpa sengaja memenuhi tawa dan canda bahagia dalam hidup sang janda meskipun jauh di lubuk hatinya, ia masih merindukan Mart.


Alasan saya mengambil 3 bab dari 101 bab disini karena menurut saya, 3 bab ini yang paling berkesan dan mengena dengaku saat membacanya. Aku seakan-akan pernah mengalaminya dan ikut merasakan apa yang mereka rasakan disini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar