Minggu, 30 Juli 2017

Ceramah

hi! kali ini aku akan membahas bersama kelompok ku tentang apa itu ceramah.

   A. Pengertian dan Pokok Informasi Ceramah
Ceramah adalah jenis komunikasi di depan umum yang lebih menekankan pada penyampaian suatu informasi, pengetahuan, dsb. Juga merupakan peristiwa berbahasa yg bersifat 1 arah.
Berfungsi memberikan informasi lisan dari seorang narasumber ke banyak orang.
Penyampai ceramah adalah orang yang menguasai bidang medianya bisa lansung atau melalui sarana komunikasi (TV, radio, dsb).

  • Pidato : pembicaraan di depan umum yang cenderung bersifat persuasive. Berisi ajakan/dorongan untuk berbuat sesuatu. Contoh : pidato politik, kampanye.
  • Khotbah : pembicaraan di depan umum yg berisi penyampaian pengetahuan keagamaan dan ajakan untuk memperkuat keimanan.


Pokok informasi dalam ceramah.
Hal/masalah yg menjadi pusat pembicaraan dari suatu ceramah. Setiap paragraph juga ada pokoknya, oleh karena itu kita juga harus mengenali setiap pokok dalam paragraph bukan umum nya saja.
Pokok juga bisa berdasarkan kebermanfaatannya.
Sifat nya yang merangkum atau menjadi dasar uraian’ lainnya juga menjadi syarat pokok informasi.
bacalah teks ceramah dibawah ini!  Saudara - saudara yang kami cintai,
             Pada kesempatan yang bahagia ini, kami menyambut kedatangan kembali saudara-saudara seusai bertanding. Kami selaku pengurus wilayah dan masyarakat disini mengucapkan selamat datang dan selamat bertemu kembali.            
Sungguh, kami merasa bahagia dan berbangga hati untuk prestasi yang telah Saudara - Saudara perlihatkan saat bertanding di Surabaya sehingga saudara - saudara dapat menjadi juara. Sudah tentu kami semua merasa bersyukur.  (...)
         Dari contoh cuplikan teks ceramah di atas, dari setiap paragrafnya itu mengandung pokok-pokok misalnya pada paragraf kedua. Di paragraf kedua ini pokok pembicaraannya adalah kami bahagia dengan bangga atas prestasi saudara - saudara. Proses untuk mengenali pokok-pokok pembicaraan merupakan hal yang sangat penting untuk kita bisa memahami suatu ceramah tersebut. Jadi, hal yang penting dalam  ceramah, itulah pokoknya.

    B.Menyusun bahan ceramah

  • Mengenali konteks berarti mengenal peserta ceramah dan situasinya
  • Menentukan isu ceramah.
  • qMenyusun kerangka ceramah yang memuat pokok-pokok materi yang akan diceramahkan.
  • Mengumpulkan dan memilih bahan.


   C. Struktur teks ceramah:
1. Pengenalan isu = bagian untuk mendeskripsikan topik yang akan dibahas secara umum.
Contoh : olahraga teratur merupakan unsur yang sangat penting dalam terapi anti-HIV. Olahraga memicu sistem kekebalan tubuh dan membantu membangun jaringan otot untuk melawan wasting. Akan tetapi, seperti kagiatan lainnya, olahraga dapat berakibat buruk jika berlebihan. Olahraga yang seimbang bisa meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, tetapi olahraga berat justru dapat menurunkannya.

2. Rangkaian argumen = uraian pendapat disertai dengan fakta yang menjelaskan isu tersebut.
Contoh : biasanya, setelah mengerjakan kerja fisik atau mental yang berat atau lama, kita akan kelelahan. Kelelahan sebenarnya merupakan ketidak mampuan sementara dari jaringan otot untuk menanggapi perintah. Beristirahat adalah jalan keluar utama ketika berat badan terasat sangat lelah. Namun, apabila sudah segar kembali, tetaplah lakukan banyak kegiatan yang tetatur. Jika tidak, kita akan menjadi malas dan cenderung enggan bergerak.

3. Penegasan kembali = kesimpulan dan penguat dari pernyataan-pernyataan sebelumnya (bisa juga berupa saran).
Contohnya: Dengan berolahraga, kemampuan anda untuk menjangkau benda akan membaik, kemampuan berjalan membaik, dan energi bertambah. Hal yang lebih penting, sikap atau perlakuan terhadap diri sendiri juga membaik.
Ciri- ciri kebahasaan teks ceramah :
1. Menggunakan kata sapaan (hadirin, kalian, bapak-bapak, saudaea-saudara, teman-teman).
2. Menggunakan kata ganti orang pertama yaitu penceramah (saya, kami, kita).
3. Menggunakan pernyataan-pernyataan berupa definisi (adalah, merupakan, yakni).
4. Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan sesuai topik (aplikasi, gadget, chatting).
5. Menggunakan kata-kata yang menunjukan argumentasi (jika, sebab, akibat, dengan demikian).
6. Mengginakan kata-kata yang menyatakan hubungan temporal, perbandingan maupun pertentangan (kemudian, setelah itu, sebaliknya, berbeda halnya, namun).
7. Kata kerja mental (diharapkan, memprihatinkan, memperkirakan, mengargumentasikan).
8. Kata persuasif atau harapan (mestinya, hendaklah, perlu, harus, mudah-mudahan).

D. Mengonstruksi  Ceramah   1.Mengembangkan Materi dari Isu Faktual    A.Kata- kata yang dipilih harus jelas, artinya :      
-Menggunakan Istilah yang sesuai maknanya      
-Menggunakan kata – kata yang sederhana   -Menghindari istilah / kata- kata yang terlalu teknis (Asing dan Sulit dipahami)

 B.Kata – kata yang dipilih harus tepat :    
-Menghindari kata – kata klise atau kata – kata yang terlalu sering digunakan  
-Berhati – hati dalam menggunakan bahasa gaul  
-Berhati – hati dalam menggunakan bahasa serapan  
-Menghindari kata – kata yang tidak sopan atau vulgar  
-Tidak menggunakan eufemisme yang berlebihan

C.Kata – kata yang dipilih harus menarik :      -Memilih kata – kata yang langsung menyentuh khalayak  
-Menggunakan kata yang bernuansa  
-Menggunakan bahasa figuratif ( bermajas)

 2.Menyunting Teks Ceramah Adapun hal yang harus diperhatikan dalam menyunting teks ceramah, yaitu :
-Mengetahui cara penulisan yang baik.
-Memahami masalah yang dibahas dalam karangan itu.
-Memahami aturan – aturan kebahasan, seperti masalah ejaan dan tanda baca.

Dan langkah – langkah menyuntingnya sebagai berikut :
-Memastikan teks ceramah yang akan disunting sudah dalam bentuk yang dikembangkan
-Menyediakan bahan – bahan pemandu penyuntingan, seperti PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Selain itu, perlu dipersiapkan buku acuan tentang teknik penulisan ceramah
-Mencermati bahan suntingan secara cermat, baik itu berkenaan dengan cara penyajian, isi, dan bahasanya.
-Memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam bahan suntingan secara benar dengan berpedoman pada sumber – sumber yang bisa dipercaya.

3.Teknik – Teknik Berceramah Hal – Hal yang diperhatikan pada saat menyampaikan ceramah bukan hanya dari pengusaan materi, melainkan lafal, intonasi / nada dan sikap / penampilan.
a. Lafal        
Lafal adalah cara mengucapkan kata / bunyi bahasa
b. Intonasi        
Intonasi adalah naik turunnya lagu kalimat c. Sikap        
Sikap tubuh yang dimaksud adalah, sikap saat kita berbicara yaitu harus disesuaikan dengan isi pembicaraan, suasana, tempat, dan kondisi para pendengarnya. Supaya kita lebih terlihat hidup dan tidak kaku serta akan membawa suasana yang dinamis atau bervariatif.

4. Menanggapi Ceramah  Hal – Hal yang diperhatikan saat ingin menyampaikan pertanyaan dalam ceramah yaitu :
-Jelaskan latar belakang atau sebab – sebab timbulnya pertanyaan
-Sampaikan pertanyaan dengan jelas dan tidak berbelit – belit.
-Gunakan pilihan kata dan nada bicara yang santun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar